KE-NU-AN : PENGERTIAN DAN SEJARAH TERBENTUKNYA PAHAM AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH
Sebenarnya istilah Ahlussunnah Wal Jamaah (disingkat Aswaja) belum dikenal pada masa al-Asy'ari (260-324 H/873-935 M) tokoh yang dianggap sebagai salah satu pendiri paham ini. Bahkan para pengikut al Asy'ari sendiri, seperti al-Baqilani (wafat : 403 H), al-Baghdadi (wafat : 429 H), al-Juwaini (wafat : 478 H), al-Ghozali (wafat : 505) dan asy-Syahrassani (wafat : 548 H) juga belum pernah menyebutkan masalah penamaan Ahlussunnah Waljamaah. Pengakuan secara tidak langsug mengenai paham Ahlussunnah Waljamaah baru dikemukakan oleh az-Zabidi (wafat : 1205 H) yang menyatakan bahwa apabila disebut Ahlussunnah Waljamaah maka yang dimaksud adalah pengikut al-Asy'ari dan al-Maturidi. Hal ini berarti paham Ahlussunnah Waljamaah baru dikenal jauh sesudah wafatnya tokoh yaitu dianggap sebagai pendirinya, yaitu al-Asy'ari dan al-Maturidi. Baca juga : SANAD KEILMUAN HADROTUSYAIKH HASYIM ASY'ARI Bila ditelusuri, sebenarnya Ahlussunnah Waljamaah versi NU pertama kali dicetus...